JAKARTA, 20 Oktober 2026 – Sosialisasi program pemerintah dinilai masih perlu dioptimalkan agar berbagai capaian pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka dapat diketahui dan dimanfaatkan secara lebih luas oleh masyarakat. Penguatan komunikasi publik menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah agar program yang telah berjalan tidak hanya terlaksana dengan baik, tetapi juga dipahami dan menjangkau kelompok masyarakat yang menjadi sasaran.
Hal tersebut menjadi salah satu sorotan Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif’an, dalam diskusi dan refleksi bertajuk “Capaian & Tantangan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” yang diselenggarakan Arus Survei Indonesia (ASI) di Hotel Alia Cikini, Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Dalam paparannya, Ali menilai sejumlah program pemerintah telah menunjukkan capaian yang positif. Namun, capaian tersebut perlu diiringi dengan sosialisasi yang lebih intensif dan terarah agar informasi mengenai program, persyaratan, mekanisme, serta manfaatnya dapat menjangkau masyarakat secara merata.
Menurut Ali, komunikasi publik merupakan bagian penting dari implementasi kebijakan. Program yang dirancang dengan baik belum tentu memberikan manfaat optimal apabila masyarakat tidak memperoleh informasi yang memadai mengenai keberadaan dan cara mengaksesnya.
Baca Juga: Hasil Survei ASI: Publik Setuju Program MBG Dilanjutkan
“Capaian program pemerintahan Prabowo-Gibran sebenarnya sudah cukup baik. Namun, pemerintah juga perlu lebih gencar menyosialisasikan berbagai programnya kepada masyarakat. Jangan sampai program yang manfaatnya besar justru belum diketahui atau belum dipahami secara luas oleh kelompok yang seharusnya menerima manfaat,” ujar Ali.
Ia menjelaskan, optimalisasi sosialisasi tidak cukup dilakukan melalui publikasi kegiatan atau penyampaian informasi secara satu arah. Pemerintah perlu membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, menggunakan saluran informasi yang sesuai dengan karakteristik setiap wilayah, serta melibatkan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan setempat.
Dengan pendekatan tersebut, informasi mengenai program pemerintah diharapkan tidak hanya beredar di ruang digital atau lingkungan perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di daerah yang memiliki keterbatasan akses informasi.
Baca Juga: Hasil Survei ASI: 3 Persoalan Paling Pokok yang Dihadapi Rakyat
“Yang perlu diperkuat bukan hanya seberapa banyak informasi disampaikan, tetapi juga apakah masyarakat benar-benar memahami program tersebut dan mengetahui bagaimana cara memanfaatkannya. Sosialisasi harus berorientasi pada kebutuhan warga, bukan sekadar menggugurkan kewajiban komunikasi,” demikian rumusan pesan yang dapat memperkuat perspektif kebijakan publik dalam pemberitaan ini.
Dalam refleksi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, penguatan sosialisasi diharapkan dapat melengkapi capaian yang telah diraih. Melalui komunikasi publik yang lebih efektif, tepat sasaran, dan mudah dipahami, berbagai program pemerintah berpeluang memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Diskusi yang diselenggarakan ASI tersebut turut menghadirkan Arya Fernandes, Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS; Syukri Rahmatullah, Pemimpin Redaksi BeritaSatu; Agung Baskoro, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis; serta Ali Rif’an selaku Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia. (*)

