Jakarta, 6 September 2026 – Persoalan ekonomi dan kesejahteraan masih menjadi perhatian utama masyarakat. Hasil survei nasional Arus Survei Indonesia (ASI) menunjukkan, harga kebutuhan pokok yang mahal menjadi persoalan paling banyak dirasakan masyarakat, disusul sulitnya mencari lapangan kerja dan kemiskinan.
Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an, mengatakan sebanyak 35,7 persen masyarakat menilai mahalnya harga kebutuhan pokok sebagai persoalan paling pokok yang mereka hadapi saat ini.
“Kalau kita lihat persoalan paling pokok yang dihadapi masyarakat, yang pertama adalah harga kebutuhan pokok mahal dengan angka 35,7 persen. Kemudian susah mencari lapangan kerja sebesar 20,4 persen, dan kemiskinan sebesar 20,1 persen,” ujar Ali dalam agenda rilis hasil survei nasional bertema “Evaluasi Kinerja & Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Sofyan Hotel Cut Meutia, Menteng, Jakarta.
Berdasarkan temuan tersebut, persoalan harga kebutuhan pokok memiliki angka yang cukup jauh dibandingkan dua persoalan berikutnya. Sementara itu, sebanyak 3,2 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
Baca Juga: Prabowo Bertolak ke Kalimantan Tinjau Penanganan Karhutla
Menurut Ali, temuan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masih menjadi perhatian utama masyarakat. Harga kebutuhan pokok, kesempatan memperoleh pekerjaan, dan kemiskinan merupakan isu yang secara langsung berkaitan dengan daya beli dan kesejahteraan rumah tangga.
“Kalau kita melihat tiga persoalan ini, semuanya berkaitan dengan persoalan ekonomi masyarakat. Artinya, isu daya beli, pekerjaan, dan kesejahteraan masih menjadi perhatian yang cukup besar di tengah masyarakat,” katanya.
Sebagai pengamat politik, Ali menilai temuan tersebut perlu menjadi salah satu bahan evaluasi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan ke depan. Menurutnya, persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi dapat memengaruhi tingkat kepercayaan dan kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah.
“Ini tentu menjadi catatan bagi pemerintah. Ketika masyarakat masih menempatkan harga kebutuhan pokok, lapangan pekerjaan, dan kemiskinan sebagai persoalan utama, maka kebijakan pemerintah perlu semakin diarahkan pada persoalan-persoalan yang konkret dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutur Ali.
Baca Juga: Hasan Nasbi Sebut Londo Ireng Istilah untuk Kelompok Suka Buat Gaduh
Ia menambahkan, pemerintah perlu memastikan kebijakan ekonomi tidak hanya terlihat pada level makro, tetapi juga memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang paling penting adalah bagaimana kebijakan ekonomi dapat diterjemahkan menjadi sesuatu yang dirasakan masyarakat. Kalau harga kebutuhan pokok bisa lebih terkendali, kesempatan kerja semakin terbuka, dan angka kemiskinan bisa ditekan, tentu itu akan memberikan dampak positif terhadap persepsi masyarakat,” ujarnya.
Survei nasional Arus Survei Indonesia (ASI) tersebut merupakan bagian dari riset bertema “Evaluasi Kinerja & Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran” yang dilaksanakan pada 23–29 Juli 2026 di 38 provinsi di Indonesia, survei dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden, dengan metode penarikan sampel Multistage Random Sampling. Survei memiliki margin of error (MoE) ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

