Jakarta, Panduan.co.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah menyiapkan 40 ribu desa tematik budi daya ikan guna memperkuat swasembada protein sekaligus meningkatkan ekspor perikanan Indonesia.
“Kami rapat koordinasi untuk mengawal, mengamankan, menyukseskan, satu, Kampung Nelayan Merah Putih. Yang kedua, akan dibangun budi daya (ikan) di 40 ribu desa. Ya, itu pekerjaan sangat besar juga. Tidak kalah dengan Koperasi Desa Merah Putih, besar sekali ya,” kata Zulhas di Jakarta pada Selasa, 21 Juli 2026.
Dia menyampaikan hal itu ketika memberi keterangan kepada awak media usai rapat koordinasi terbatas dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan pejabat terkait lainnya di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta.
Zulhas mengatakan pemerintah kini mengalihkan fokus pembangunan pangan dari keberhasilan swasembada karbohidrat menuju penguatan swasembada protein sebagai agenda strategis nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Presiden Prabowo Dijadwalkan Groundbreaking Ladang Gas Blok Masela
Menurut dia, pemerintah menargetkan Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan protein dalam negeri, tetapi juga menjadi salah satu eksportir terbesar komoditas perikanan, terutama ikan dan udang.
Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah menyiapkan dua program utama, yakni pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan pengembangan budi daya tematik di 40 ribu desa seluruh Indonesia.
Ia mengatakan program desa tematik merupakan pekerjaan besar yang akan memperkuat kemandirian desa dalam memproduksi sumber protein sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Menurut Zulhas, pelaksanaan program memerlukan persiapan matang, sosialisasi menyeluruh, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai target pemerintah.
Ia menjelaskan koordinasi tersebut melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Desa, serta berbagai instansi terkait lainnya.
Zulhas menegaskan pemerintah akan mengawal pelaksanaan program secara menyeluruh agar mampu memberikan hasil optimal sebagaimana keberhasilan mengawal berbagai program prioritas nasional sebelumnya.
Baca Juga: Pengamat: Kita Dukung Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi
“Ini perlu dikoordinasi sehingga ini kita kawal betul agar sukses seperti kita mengawal program-program yang lain,” beber Zulhas.
Ia menjelaskan desa tematik budi daya ikan tidak dibangun di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, melainkan tersebar di berbagai desa yang memiliki potensi pengembangan perikanan darat.
Menurut dia, pengembangan budi daya ikan di desa akan memperkuat kemandirian produksi protein nasional sekaligus meningkatkan kapasitas Indonesia dalam memenuhi permintaan pasar ekspor yang terus berkembang.
Zulhas mencontohkan tingginya permintaan ikan patin dari Arab Saudi yang belum dapat dipenuhi secara optimal karena keterbatasan kapasitas budi daya ikan di dalam negeri saat ini.
Ia mengatakan keberadaan desa tematik akan memudahkan pemerintah menyesuaikan jenis komoditas ikan berdasarkan kebutuhan pasar dengan dukungan penyediaan benih dari jajaran teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Menurut dia, komoditas yang dikembangkan tidak terbatas pada satu jenis ikan, melainkan disesuaikan dengan potensi daerah dan kebutuhan pasar domestik maupun internasional.
Zulhas menegaskan pelaksanaan program akan dimulai secepatnya agar manfaat ekonomi dapat segera dirasakan masyarakat sekaligus mempercepat penguatan sektor perikanan nasional secara berkelanjutan.
“Ikan (yang akan dibudidaya) macam-macam. Nanti tergantung KKP yang akan siapin bibitnya. Nanti lihat, setahun lagi tiap hari orang akan ngomong soal ikan. (Ini) akan dimulai secepatnya,” tegasnya.
Ia menambahkan pemerintah menargetkan pembangunan 40 ribu desa tematik budi daya ikan selesai secara bertahap hingga 2029 guna memperkuat swasembada protein dan meningkatkan ekspor perikanan Indonesia. (ant/jey)

