Home Pendidikan Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di 182 Titik

Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di 182 Titik

0
MENYAMPAIKAn: Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (23/9/2026). (Dok. Istimewa)
MENYAMPAIKAn: Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (23/9/2026). (Dok. Istimewa)

Jakarta, Panduan.co.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa program Sekolah Rakyat telah beroperasi di 182 titik di berbagai daerah.

Laporan tersebut disampaikan Saifullah sebelum mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu, 23 September 2026.

“Ya tentu kami akan sedikit melaporkan tentang perkembangan Sekolah Rakyat yang sekarang sudah beroperasi di 182 titik,” kata Saifullah kepada wartawan.

Ia menjelaskan dari 182 titik tersebut, lebih dari 90 titik menggunakan gedung permanen. Sementara itu, jumlah siswa yang mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat telah mencapai lebih dari 44.000 orang.

Baca Juga: Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN

Gus Ipul mengatakan Kementerian Sosial terus melakukan konsolidasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam pelaksanaan program tersebut, termasuk sumber daya manusia serta sarana dan prasarana.

Menurut dia, secara umum proses pembelajaran di Sekolah Rakyat berjalan dengan baik.

“Tapi secara umum dapat saya sampaikan adalah semua proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Saifullah mengatakan peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari keluarga rentan dengan latar belakang yang beragam.

Sebagian peserta didik merupakan anak yang sempat putus sekolah selama satu hingga dua tahun. Ada pula yang sebelumnya bekerja di tempat yang dinilai tidak semestinya.

“Sebagian putus sekolah, ada yang 1 tahun, ada yang 2 tahun, dan bekerja di tempat-tempat yang tidak semestinya,” kata Saifullah.

Baca Juga: 165 Sekolah Rakyat Bakal Beroperasi September 2025

Ia juga menyampaikan sebagian anak membutuhkan rehabilitasi terlebih dahulu sebelum dapat mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Terus terang sebagian lagi memerlukan rehabilitasi terlebih dahulu sebelum nanti bisa benar-benar sekolah di Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Gus Ipul mengatakan rapat terbatas bersama Presiden Prabowo secara umum membahas arahan Presiden terkait pendidikan.

Ia belum merinci hal-hal lain yang akan dibahas dalam rapat tersebut dan menyatakan informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah pertemuan selesai. (ant/jey)

Exit mobile version