
Jakarta, Panduan.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney untuk membahas investasi mineral kritis hingga peluang pengembangan energi nuklir.
Pertemuan itu berlangsung di sela penyelenggaraan Canada Investment Summit pertama di Toronto, Kanada, sebagai tindak lanjut komunikasi Presiden Prabowo Subianto dengan PM Carney pada Juni lalu.
“Kami mengapresiasi penyelenggaraan Canada Investment Summit yang pertama ini sebagai bentuk komitmen kuat Pemerintah Kanada dalam menggalang investasi global. Indonesia siap menjadi mitra strategis Kanada dan terbuka untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor unggulan kedua negara,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis, 17 September 2026.
Dalam pertemuan itu, salah satu yang dibahas yakni potensi investasi potash dari Kanada untuk mendukung kebutuhan pupuk nasional. Kemudian, topik diskusi mengarah ke peluang kemitraan di sektor minyak dan gas (migas).
Baca Juga: Hasil Survei ASI: Tingkat Kepercayaan Prabowo 61,4%, Tingkat Kepuasan Prabowo 57,6%
Kedua pihak juga membahas tindak lanjut kerja sama mineral kritis yang sebelumnya sudah dirintis lewat kerangka Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).
Menurut Airlangga, Indonesia dan Kanada memiliki kepentingan bersama dalam membangun rantai pasok mineral kritis yang aman dan berkelanjutan, mengingat kedua negara merupakan produsen mineral kritis.
Di sektor energi, Menko Airlangga menyampaikan harapan agar kolaborasi di bidang energi nuklir, termasuk ekosistem Small Modular Reactor (SMR), dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi ketahanan energi jangka panjang.
Baca Juga: Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menyampaikan apresiasi atas penyelesaian proses ratifikasi ICA-CEPA di kedua negara dan berharap perjanjian tersebut dapat segera berlaku efektif pada akhir tahun.
Setelah berlaku efektif, ICA-CEPA diharapkan bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha kedua negara, khususnya guna mendorong kerja sama di sektor ketahanan pangan, energi, dan mineral kritis.
Selain membahas kerja sama ekonomi bilateral, PM Carney dan Airlangga membahas posisi strategis Indonesia sebagai perekonomian terbesar di ASEAN dalam memperkuat keterlibatan Kanada di kawasan Indo-Pasifik.
Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan Indonesia-Kanada jelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027.
Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab yang turut hadir dalam pertemuan tersebut akan menindaklanjuti hasil pembahasan melalui koordinasi dengan otoritas Kanada di Ottawa untuk menerjemahkan berbagai komitmen kerja sama menjadi langkah konkret. (ant/jey)