
Jakarta, 14 September 2026 – Lima pesan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, dinilai tepat dan relevan dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global.
Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik dan Politik (PUSDIKPPOL), Dr. Imam Fauzi Surahmat, S.AB., M.AB., menilai pesan Prabowo mencerminkan arah kebijakan yang menempatkan kepentingan rakyat sekaligus kepentingan strategis Indonesia dalam percaturan global.
“Menurut saya, lima hal yang disampaikan Presiden Prabowo sangat tepat. Beliau membawa isu yang bukan hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga relevan bagi negara-negara Global South,” ujar Imam.
Menurutnya, pernyataan Prabowo mengenai memberi makan rakyat menunjukkan keberpihakan pada pemenuhan kebutuhan dasar dan kesejahteraan masyarakat. Sementara pesan bahwa Indonesia tidak ingin didikte dinilai sebagai penegasan terhadap kedaulatan dan posisi Indonesia dalam hubungan internasional.
Baca Juga: Pengamat: Kita Dukung Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi
“Indonesia adalah negara berdaulat. Karena itu, prinsip untuk tidak didikte merupakan pesan penting bahwa Indonesia ingin membangun kerja sama secara setara dan berdasarkan kepentingan nasional,” katanya.
Imam juga mengapresiasi perhatian Prabowo terhadap reformasi PBB dan gagasan Abad Hijau di tengah perubahan iklim. Menurutnya, kedua isu tersebut menunjukkan keberanian Indonesia untuk mendorong tata kelola global yang lebih relevan sekaligus pembangunan yang berkelanjutan.
Di sisi lain, pernyataan Prabowo mengenai Indonesia yang kini mampu mengekspor beras dan jagung dinilai menjadi pesan strategis terkait ketahanan pangan.
“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Ketika Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus memiliki kapasitas ekspor, tentu ini merupakan capaian yang patut diapresiasi,” ujar Imam.
Terakhir, Imam menilai pesan Prabowo agar suara Global South didengar semakin memperkuat posisi Indonesia di BRICS. Menurutnya, Indonesia memiliki ruang strategis untuk ikut memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang.
“Lima pesan tersebut memiliki benang merah yang jelas, yaitu kepentingan rakyat, kedaulatan, ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, dan penguatan posisi Global South. Ini menunjukkan Indonesia semakin aktif membawa kepentingan nasional ke panggung global,” pungkasnya. (*)