Jakarta, 6 September 2026 – Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih berada di atas 60 persen. Temuan tersebut berdasarkan hasil survei nasional yang dirilis Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI).
Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an, mengatakan sebanyak 61,4 persen masyarakat menyatakan percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Angka tersebut merupakan gabungan dari 9,1 persen responden yang mengaku sangat percaya dan 52,3 persen yang cukup percaya.
Sementara itu, sebanyak 35,9 persen responden menyatakan tidak percaya, terdiri dari 29,9 persen yang kurang percaya dan 6,0 persen yang sangat tidak percaya. Adapun 2,7 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
“Kalau kita melihat tingkat kepercayaan, angkanya mencapai 61,4 persen. Artinya, secara umum mayoritas masyarakat masih memberikan kepercayaan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran,” ujar Ali dalam agenda rilis survei nasional bertema “Evaluasi Kinerja & Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Sofyan Hotel Cut Meutia, Menteng, Jakarta.
Baca Juga: Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN
Selain mengukur tingkat kepercayaan terhadap pemerintahan, survei ASI juga mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Hasilnya, sebanyak 57,6 persen masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Angka tersebut terdiri dari 9,0 persen responden yang mengaku sangat puas dan 48,6 persen yang cukup puas.
Sementara itu, 40,6 persen masyarakat menyatakan tidak puas, dengan rincian 34,0 persen kurang puas dan 6,6 persen sangat tidak puas. Sedangkan 1,8 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
Ali mengatakan, tingkat kepercayaan dan kepuasan publik merupakan dua indikator yang dapat memberikan gambaran mengenai persepsi masyarakat terhadap pemerintahan dan kinerja Presiden.
Baca Juga: Hasil Survei ASI: Publik Setuju Program MBG Dilanjutkan
“Kalau kita bedakan, kepercayaan kepada pemerintahan berada di angka 61,4 persen, sementara kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo sebesar 57,6 persen. Ini menunjukkan bahwa secara umum persepsi publik masih cenderung positif, meskipun terdapat kelompok masyarakat yang belum puas dan belum percaya,” katanya.
Menurut Ali, angka tersebut sekaligus menjadi catatan bagi pemerintah untuk mempertahankan kepercayaan publik sekaligus memperbaiki aspek-aspek kinerja yang masih menjadi perhatian masyarakat.
“Kepercayaan publik tentu bukan sesuatu yang permanen. Karena itu, angka ini harus dibaca sebagai modal sekaligus evaluasi. Pemerintah perlu menjaga apa yang sudah mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang masih dinilai kurang,” ujar Ali.
Survei nasional Arus Survei Indonesia tersebut merupakan bagian dari riset bertema “Evaluasi Kinerja & Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran” yang dilaksanakan pada 23–29 Juli 2026 di 38 provinsi di Indonesia.
Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan jumlah sampel sebanyak 1.200 responden. Penarikan sampel menggunakan metode Multistage Random Sampling, dengan margin of error (MoE) ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (*)

