Connect with us

Panduan.co.id

Panduan dan Bacaan Sholat Lengkap 5 Waktu Arab dan Artinya

SHALAT

Panduan dan Bacaan Sholat Lengkap 5 Waktu Arab dan Artinya

Panduan dan Bacaan Sholat Lengkap 5 Waktu Arab dan Artinya

Pengertian shalat adalah suatu ibadah yang terdiri dari ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Jika menurut bahasa, pengertian ibadah shalat adalah berdoa. Jadi pada intinya shalat adalah  ibadah yang berisi doa. shalat memiliki syarat dan juga aturan yang sudah ditentukan sehingga solat harus dilakukan sesuai dengan syariat dan tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Hukum melaksanakan sholat: Hukum melaksanakan sendiri adalah wajib bagi orang Islam yang sudah Aqil Baligh. Mengenai dalil yang mewajibkan sholat sendiri ada banyak sekali dalam Al Qur’an, diantaranya adalah:

“Dirikanlah sholat dan keluarkanlah zakat, serta tunduklah (ruku’lah) bersama orang-orang yang ruku’. (Q.S. Al-Baqarah: 43)

“Kerjakanlah sholat, sesungguhnya sholat itu dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. (Q.S. Al-Ankabut: 45)

Perintah sholat ini hendaknya sudah tertanam didalam hati sejak mulai dari kanak-kanak, oleh sebab itu para orang tua perlu mengajarkan dan menanamkannya sejak dini.

Didiklah anak-anak tentang pelajaran sholat ini dengan sabar dan telaten, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

“Perintahlah anak-anak kalian mengerjakan sholat di saat usia mereka meningkat tujuh tahun, dan pukullah diwaktu mereka meningkat sepuluh tahun.” (HR. Abu Dawud)

Dan tentu bukan tanpa alasan Allah mewajibkan sholat kepada kita. Ada rahasia dan tujuan tersendiri dari diwajibkannya sholat kepada Muslim (Sholat tidak diwajibkan kepada Non Muslim). Silahkan baca agar semangat kita dalam menjalankan syariat meningkat.

SYARAT SAH SOLAT

Melakukan shalat tidak bisa dilakukan tanpa memiliki ilmu . Kita harus mengetahui mengenai syarat-syarat wajib dalam shalat. Beberapa syarat yang harus di miliki oleh orang orang ini menjadikan seseorang memiliki kewajiban untuk melakukan shalat. Syarat wajib solat antara lain:

  1. Beragama Islam
  2. Memiliki akal yang sehat
  3. Telah dewasa atau baligh
  4. Telah sampai dakwah kepadanya artinya telah mengetahui mengenai hukum solat dan cara solat
  5. Bersih atau suci dari segala najis
  6. Sadar

 

Berdiri tegak menghadap kiblat dan niat mengerjakan sholat.
Niat shalat menurut sholat yang sedang dikerjakan, misalnya sholat subuh dan sebagainya.
Lalu mengangkat kedua belah tangan serta membaca “ALLAHU AKBAR”,
اَللهُ اَ كْبَرُ
Setelah takbiratul ihram kedua belah tangannya disedekapkan pada dada. kemudian membaca do’a iftitah.

Bacaan Do’a Iftitah

 

اَللهُ اَكْبَرْكَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ للهِ بُكْرَةً وَاَ صِيْلَا
Bacaannya: Allahu akbar kabiraa wal-hamdu lillahi katsiiraa wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiilaa.
اِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ حَنِيْفًامٌسْلِمًاوَمَ اَنَامِنَ اْلمُشْرِكِيْنَ
Bacaannya: Innii wajjahtu wajhiya lil-laadzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wa maa ana minal-musyrikiin.
اِنَّ صَلَا تِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَا تِيْ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْ تُ وَاَنَامِنَ
                                                                                                اْلمُسْلِمِيْنَ
Bacaannya: Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil -‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bi dzaalika umirtu wa ana minal -muslimiin.
Artinya :
“Allah Maha Besar lagi Sempurna Kebesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyirikin. Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah, Tuhan seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin.”
Do’a Iftitah Yang Lain
Boleh juga membaca do’a iftitah dengan do’a sebagai berikut:
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اَللَّهُمَّ نَقِّنِيْ مِنَ الْخَطَايَا
             كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Bacaannya: Allaahumma baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal-masyriqi wal-maghrib. Allaahumma naqqinii min khathaayaaya kamaa yunaqqats-tsaubul -abyadhu minad-danas. Allaahummaghsilnii min khathaayaaya bil-maa’i wats-tsalji wal-barad.
Artinya :
“Ya Allah, jauhkanlah aku daripada kesalahan dan dosa sejauh antara jarak timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari segala kesalahan dan dosa bagaikan bersihnya kain putih dari kotoran. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku dengan air, dan air salju yang sejuk.”
  • Surat Al-Fatihah
Selesai membaca do’a iftitah, kemudian membaca surat Fatihah sebagai berikut:
                                                                              بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, الرَّحْمَـنِ الرَّحِيْمِ, مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ, إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ, اِهْدِنَا الصِّرَاطَ المُستَقِيْمَ, صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيهِمْ, غَيْرِ المَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّيْنَ. آمِيْنَ
Bacaannya:
  1. Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
  2. Al-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin
  3. Ar-rahmaanir-rahiim
  4. Maaliki yaumid-diin
  5. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin
  6. Ihdinash-shiraatal-mustaqiim
  7. Shiraatal-ladziina an’amta ‘alaihim Ghairil-maghdhuubi ‘alaihimwa ladh-dhaalliin
            Aamiin
Artinya :
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam
Yang Pengasih dan Penyayang
Yang menguasai hari kemudian
Pada-Mulah aku mengabdi dan kepada-Mulah aku meminta pertolongan
Tunjukilah kami ke jalan yang lurus
Bagaikan jalan mereka yang telah Engkau beri nikmat
Bukan jalan mereka yang pernah Engkau murkai, atau jalannya orang-orang yang sesat.
  • Surat-Surat Pendek Dan Mudah Dihafal:
Selesai membaca fatihah dalam raka’at yang pertama dan kedua bagi orang yang shalat sendirian atau imam, diisunahkan membaca surat attau ayat Al-Qur’an.
Surat-surat yang dibaca dalam shalat antara lain:
Surat An-Nas
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ, مَلِكِ النَّاسِ, إِلهِ النَّاسِ, مِنْ شَرِّ الْوَسْواسِ الْخَنَّاسِ, الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ, مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Bacaannya:
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
  1. Qul a’uudzu bi rabbin-naas
  2. Malikin-naas
  3. Ilaahin-naas
  4. Min Syarril-waswaasil-khannaas
  5. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin-naas
  6. Minal-jinnati wan-naas.
Artinya :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. “Katakanlah (hai Muhammad)! Aku mohon perlindungan pada Tuhannya manusia. Yang menguasai manusia (yang menjadi) Tuhan manusia.
Mohon Perlindungan daripada kejahatan was-was (pengganggu hati) yang menggoda. Ialah hati yang menggoncangkan hati manusia. Baik dari jenis jin dan manusia.”
Surat Al-Ikhlas
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ ٱللهُ أَحَدٌ, ٱللهُ ٱلصَّمَدُ, لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ, وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ
Bacaannya:
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
  1. Qul huwallaahu ahad
  2. Allahush-shamad
  3. Lam yalid wa lam yuulad
  4. wa lam yakul lahuu kufuwan ahad
Artinya :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
“Katakanlah (hai Muhammad)! Allah itu Esa.
Allah tempat meminta.
Tiada Ia beranak dan tiada pula Ia dilahirkan.
Dan tak ada bagi-Nya seorang pun yang menyerupai-Nya.”
Dan tak ada bagi-Nya seorang pun yang menyerupai-Nya.”
  • Rukuk
Selesai membaca surat, lalu mengangkat kedua belah tangan setinggi telinga seraya membaca “Allahu Akbar”, terus badannya membungkuk, kedua tangannya memegang lutut dan ditekankan antara punggung dan kepala supaya rata.
Setelah cukup sempurna bacalah tasbih sebagai berikut:
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Bacaannya: Subhaana rabbiyal-‘adhiimii wa bi hamdih. 3x (kali)
Artinya :
“Maha Suci Tuhan Yang Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya.”
  • I’tidal
Selesai rukuk, terus bangkitlah tegak dengan mengangkat kedua belah tangan setentang telinga, seraya membaca sebagai berikut:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Bacaannya: Sami’allaahu li man hamidah.
Artinya :
“Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”
Pada waktu berdiri tegak (i’tidal) terus membaca:
رَبَّنَا لَكَ اْلحَمْدُ مِلْءُالسَّمَوَاتِ وَمِلْءُاْلاَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِعْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Bacaannya: Rabbanaa lakal-hamdu mil’us-samaawaati wa mill-ul-ardhi wa mil’u maa syita min syai’in ba’du.
Artinya :
“Ya Allah tuhan kami! Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang Kau kehendaki sesudah itu.”
  • Sujud.
Setelah i’tidal terus sujud (tersungkar ke bumi) dengan meletakkan dahi ke bumi dan ketika turun seraya membaca “Allaahu Akbar”, dan setelah sujud membaca tasbih sebagai berikut:
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Bacaannya: Subhaana rabbiyal-a’laa wa bi hamdih. 3 kali
Artinya :
“Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepada-Nya.”
  • Duduk Antara Dua Sujud:
Setelah sujud kemudian duduk serta membaca “Allaahu Akbar” dan setelah duduk membaca :
رَبِّ اغْفِرْلِى وَارْحَمْنِىْ وَاجْبُرْنِىْ وَارْفَعْنِى وَارْزُقْنِىْ وَاهْدِ نِىْ وَعَا فِنِىْ وَاعْفُ عَنِّىْ
Bacaannya: Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya :
“Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekuranganku dan angkatlah derajatku dan berilah rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk da berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”
  • Sujud Kedua:
Sujud kedua, ketiga dan keempat dikerjakan seperti pada waktu sujud pertama, baik caranya maupun bacaannya.
  • Duduk Tasyahud / Tahiyat Awal:
Pada raka’at kedua, kalau shalat kita tiga raka’at atau empat raka’at, maka pada raka’at kedua ini kita duduk untuk membaca tasyahud / tahiyat awal, dengan duduk kaki kanan tegak dan telapak kaki kiri diduduki.
  • Bacaan Tasyahud / Tahiyat Awal
آلتَّحِيَّاتُ اْلمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُالطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًارَسُوْلُ اللَّهِ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَ سَيِّدِ نَامُحَمَّدٍ
Bacaannya:
At-tahiyyatuul-mubaarakaatush-shalawaatuth-thayyibaatu lillaah.
As-salaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh, as-salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiin.
Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa ayhadu anna Muhammadar Rasulullaah.
Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad.
Artinya :
“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah.
Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad).
Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah.
Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
Ya Allah! Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad.
  • Tasyahud Akhir
Bacaan tasyahud akhir / tahiyat akhir ialah tahiyat awal yang ditambah dengan shalawat atas Nabi Muhammad, dan lafazhnya sebagai berikut :
وَعَلَى آلِ سَيِّدِ نَامُحَمَّدٍ
Bacaannya: Wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad
Artinya :
“Ya Allah! Limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad.”
Pada tahiyat akhir disunahkan membaca shalawat Ibrahimiyah .
كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيِدِ نَآ إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَّيِدِ نَآ إِبْرَاهِيْمَ وَ بَارِِكْ عَلَى سيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيِّدِ نَا إبْرَاهِيَْمَ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِ نَاإِبْرَاهِيْمَ فى اْلعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Bacaannya:
Kamaa shallaita ‘alaa sayyidinaa Ibrahiim wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibrahiim wa baarik ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad. Kamaa baarakta ‘alaa sayyidinaa Ibrahiim wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibrahiim fil-‘aalamiina innaka hamiidum majiid.
Artinya :
“Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.
 
Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.
 
Di seluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia.
  • Salam:
Selesai tahiyat akhir, kemudian salam dengan menengok ke kanan dan ke kiri dengan membaca :
اَلسَّلَا مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُ اللهِ
Bacaannya:
As-salaamu ‘alaikum wa rahmatullaah.
Artinya :
“Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian..

Hal-hal yang  Membatalkan Sholat

Sholat menjadi batal atau tidak sah apabila salah satu rukun atau syaratnya tidak terpenuhi atau ditinggalkan dengan sengaja.

Selain itu, sholat juga menjadi batal dengan sebab dibawah ini:

  • Berhadats, yaitu hilangnya sifat toharoh dalam diri kita. Dalam artian kalau wudhu kita batal maka sholatnya juga ikut batal.
  • Terkena najis yang tidak dimaafkan. Najis yang dimaafkan contohnya adalah darah dari bekas luka kita yang keluar dengan sendirinya dan tidak terkena pakaian kita, atau najisnya dari darah nyamuk yang sangat sedikit.
  • Mengeluarkan kata-kata dengan sengaja selain bacaan sholat, meskipun itu satu huruf yang memiliki pengertian
  • Terbukanya aurat
  • Merubah niat, misalnya dalam hati ada niatan ingin memutus sholatnya
  • Makan atau minum meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit, contoh dalam hal ini misalnya ada sisa makanan dalam gusi kemudian dengan sengaja menelannya, jika demikian maka sholatnya batal
  • Bergerak tiga kali secara berturut-turut,
  • Membelekangi arah kiblat
  • Menambah rukun sholat yang bersifat gerakan, misalnya menambahi ruku’ atau sujud
  • Tertawa terbahak-bahak
  • Mendahului gerakan/rukun Imam lebih dari dua gerakan
  • Murtad (Keluar dari agama Islam)

Itulah beberapa bacaan sholat pada bagiannya masing-masing.

Semoga Bermanfaat

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in SHALAT

To Top