BerandaNewsPemerintah Melalui Seskab Teddy Gerak Cepat Tangani Bencana NTT, Pengamat: Kehadiran Negara...

Pemerintah Melalui Seskab Teddy Gerak Cepat Tangani Bencana NTT, Pengamat: Kehadiran Negara Harus Dirasakan Masyarakat

Jakarta, 19 Agustus 2026 – Pemerintah terus mempercepat penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada hari kelima pascabencana, pemerintah kembali memberangkatkan lima pesawat yang membawa 65 ton logistik untuk masyarakat terdampak. Dengan tambahan tersebut, total bantuan yang telah diangkut sejak hari pertama mencapai 253 ton.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya turut meninjau langsung persiapan pengiriman bantuan di Posko Bantuan NTT, Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Rabu, 19 Agustus 2026. Dalam keterangannya, Teddy menyampaikan bahwa pengiriman tersebut dilakukan atas instruksi Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari percepatan penanganan bencana di NTT.

Menurut Teddy, bantuan yang dikirim mencakup makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan lain bagi masyarakat terdampak. Pemerintah juga menyiapkan dua posko utama di Labuan Bajo dan Maumere untuk mendukung distribusi logistik ke sejumlah wilayah terdampak.

Respons cepat pemerintah tersebut mendapat apresiasi dari Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Pengamat Politik, sekaligus Dosen Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Ali Rif’an. Menurutnya, kecepatan pemerintah dalam merespons bencana merupakan hal positif yang perlu diapresiasi, terutama karena masyarakat dalam kondisi darurat membutuhkan kehadiran negara secara cepat dan konkret.

“Menurut saya, langkah pemerintah ini patut diapresiasi. Dalam situasi bencana, masyarakat membutuhkan respons yang cepat. Pengiriman bantuan sejak hari pertama dan terus dilanjutkan menunjukkan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi saudara-saudara kita yang terdampak di NTT,” ujar Ali.

Dari perspektif politik pemerintahan, Ali melihat penanganan bencana tidak semata-mata berkaitan dengan distribusi bantuan, tetapi juga menunjukkan bagaimana negara menjalankan fungsi pelayanan dan perlindungan terhadap masyarakat.

Baca Juga: Hasan Nasbi Sebut Londo Ireng Istilah untuk Kelompok Suka Buat Gaduh

“Kalau kita melihat dari perspektif politik, ini bukan sekadar soal berapa ton bantuan yang dikirim. Lebih dari itu, ini tentang bagaimana negara menunjukkan responsivitasnya ketika masyarakat sedang menghadapi situasi sulit. Kehadiran negara harus bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” katanya.

Menurut Ali, keterlibatan Seskab Teddy Indra Wijaya dalam memastikan proses pengiriman bantuan juga memperlihatkan pentingnya koordinasi di tingkat pemerintahan. Dalam situasi krisis, menurutnya, efektivitas penanganan sangat bergantung pada kemampuan berbagai unsur pemerintahan untuk bergerak dalam satu koordinasi.

“Dalam kondisi seperti ini, koordinasi menjadi sangat penting. Apa yang dilakukan Seskab Teddy bersama jajaran terkait menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja bersama lintas institusi. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh proses tersebut bermuara pada kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Ali.

Ia menilai, kehadiran pemerintah secara cepat juga memiliki dimensi terhadap kepercayaan publik. Ketika masyarakat melihat negara hadir pada saat mereka membutuhkan pertolongan, hal tersebut dapat memperkuat keyakinan publik terhadap kapasitas pemerintah dalam menghadapi situasi krisis.

“Kepercayaan publik salah satunya dibangun dari pengalaman masyarakat ketika berhadapan langsung dengan negara. Ketika pemerintah hadir, bekerja cepat, dan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat, tentu itu menjadi modal positif bagi kepercayaan publik,” jelasnya.

Baca Juga: Pemuda: Menjaga Kemerdekaan dengan Berkarya

Meski memberikan apresiasi, Ali menekankan bahwa respons cepat tetap perlu diikuti dengan pengawasan dan evaluasi agar bantuan yang telah dikirim benar-benar tepat sasaran. Menurutnya, keberhasilan penanganan bencana tidak cukup hanya dilihat dari jumlah bantuan yang diberangkatkan, tetapi juga dari efektivitas distribusinya hingga diterima masyarakat.

“Apresiasi tentu kita berikan terhadap kecepatan pemerintah. Tetapi evaluasi juga tetap diperlukan. Jangan sampai bantuan hanya berhenti pada proses pengiriman. Yang paling penting adalah memastikan bantuan tersebut sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” tuturnya.

Ali berharap respons pemerintah terhadap bencana di NTT dapat terus dipertahankan hingga memasuki tahap pemulihan. Menurutnya, kehadiran negara tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi harus berlanjut sampai masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

“Pada akhirnya, politik pemerintahan yang substantif adalah bagaimana kebijakan dan sumber daya negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam situasi bencana seperti ini, keselamatan dan kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” pungkas Ali. (red/jey)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments